BETAPA PENTINGNYA WAKTU
Tema sederhana ini memiliki cakupan makna dan pembahasan yang banyak dan sangat penting, sehingga menarik untuk diperbincangkan. Waktu memiliki nilai urgensi bagi para filosof, selain itu juga bagi para pebisnis, petani, pekerja di sektor industri, tentara, politikus, juga bagi para pemuda, orang tua, para penuntut ilmu dan para ulama.
Saya ingin lebih memfokuskan perbincangan seputar nilai urgensi waktu bagi para penuntut ilmu dan para ulama saja, dengan harapan semoga itu bisa mensupport semangat orang-orang yang memiliki tekad yang kuat, di kalangan kita para penuntut ilmu. Saat ini semangat para penuntut ilmu melemah, orientasi orang bersungguh-sungguh mulai mengendur, dan orang-orang yang membara semangatnya dalam menggeluti ilmu semakin langka, sehingga matilah kecerdasan dan menjadi jayalah kemalasan dan kebodohan. Diseabkan hal itu, maka yang muncul adalah fenomena kelemahan dan ketertinggalan di barisan orang-orang yang menggeluti ilmu dan juga kualitas karya-karya mereka.
Saya katakan, bahwa sungguh nikmat Allah Ta'ala yang dianugerahkan kepada para hamba-Nya demikian berlimpah, tak bisa dihitung. Tak mungkin bagi manusia untuk menghitung-hitungnya dan memahami hakikatnya. Hal itu karena saking banyaknya nikmat itu, terus menerus dan begitu mudahnya diberikan, silih berganti nikmat Allah itu dilimpahkan, dan pengetahuan manusia tentang nikmat itu sangat beragam. Maha Benar Allah yang Maha Agung ketika Dia berfirman :وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ، إنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ (٣٤)
"Dan jika kamu bermaksud menghitung nikmat Allah, maka tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Ibrahim[14]:34)
Tema sederhana ini memiliki cakupan makna dan pembahasan yang banyak dan sangat penting, sehingga menarik untuk diperbincangkan. Waktu memiliki nilai urgensi bagi para filosof, selain itu juga bagi para pebisnis, petani, pekerja di sektor industri, tentara, politikus, juga bagi para pemuda, orang tua, para penuntut ilmu dan para ulama.
Saya ingin lebih memfokuskan perbincangan seputar nilai urgensi waktu bagi para penuntut ilmu dan para ulama saja, dengan harapan semoga itu bisa mensupport semangat orang-orang yang memiliki tekad yang kuat, di kalangan kita para penuntut ilmu. Saat ini semangat para penuntut ilmu melemah, orientasi orang bersungguh-sungguh mulai mengendur, dan orang-orang yang membara semangatnya dalam menggeluti ilmu semakin langka, sehingga matilah kecerdasan dan menjadi jayalah kemalasan dan kebodohan. Diseabkan hal itu, maka yang muncul adalah fenomena kelemahan dan ketertinggalan di barisan orang-orang yang menggeluti ilmu dan juga kualitas karya-karya mereka.
Saya katakan, bahwa sungguh nikmat Allah Ta'ala yang dianugerahkan kepada para hamba-Nya demikian berlimpah, tak bisa dihitung. Tak mungkin bagi manusia untuk menghitung-hitungnya dan memahami hakikatnya. Hal itu karena saking banyaknya nikmat itu, terus menerus dan begitu mudahnya diberikan, silih berganti nikmat Allah itu dilimpahkan, dan pengetahuan manusia tentang nikmat itu sangat beragam. Maha Benar Allah yang Maha Agung ketika Dia berfirman :وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ، إنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ (٣٤)
"Dan jika kamu bermaksud menghitung nikmat Allah, maka tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Ibrahim[14]:34)

0 komentar:
Posting Komentar